Daun Tunggal (Folium simplex)
Single Leaves (Folium Simplex)
Raissya
Adinda
Raissyaadinda.bio18@fkip.unsyiah.ac.id
Abstrak
Daun
adalah salah satu organ pada tumbuhan yang memiliki fungsi fotosintesis, respirasi, dan
transpirasi. Daun dibedakan menjadi 2 yaitu daun tunggal dan daun majemuk.
Dikatakan daun tunggal karena dalam 1 tangkai terdiri dari 1 helaian daun. Sedangkan daun majemuk dalam 1 tangkai
terdiri dari beberapa daun. Pratikum yang berjudul “Daun Tunggal” dilaksanakan
pada tanggal 5 Maret 2019 bertempat di Laboratorium Pendidikan Biologi FKIP
Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. Tujuan dari pratikum ini adalah untuk
mengetahui secara jelas bangun daun, ujung daun, pangkal daun, daging daun,
tepi daun, permukaan daun dengan cara mengamati
setiap helai daun tumbuhan. Pratikum ini dilakukan dengan pendekatan
kualitatif yaitu dengan metode pengamatan langsung dijelaskan dalam bentuk
deskriptif dan data disajikan dalam bentuk gambar. Dari pratikum yang telah
dilakukan diperoleh bahwa daun lengkap memiliki pelepah (vagina), helaian daun (liguna),
tangkai daun (ptiolus)
Kata Kunci : Daun tunggal, pelepah,
tangkai, helaian.
Pendahuluan
Indonesia merupakan salah satu
negara yang memiliki keunikan lingkungan. Letaknya digaris katulistiwa
mengakibatkan Indonesia memiliki keragaman flora, hal ini juga didukung dengan
keberagaman habitat yang terdapat di Indonesia. Berdasarkan habitat di Indonesia,
tumbuhan di Indonesia dapat dibedakan menjadi beberapa jenis yaitu tumbuhan hidrofit,
mesofit, dan xerofit. Secara morfologis daunnya berwarna hijau dan memiliki
lapisan atas dan bawah, meskipun ada perbedaan secara anatomis. Struktur
anatomi daun memegang peranan penting dalam menjaga kelangsungan hidup tumbuhan
(Retno, 2015, p. 28).
Daun adalah organ fotosintetik
utama sebagian besar tumbuhan. Pertukaran karbondioksida dan oksigen antara
atsmosfer dan bagian dalam daun yang berfotosintesis terjadi melalui stomata,
pori-pori mikroskopik yang ditemukan pada permukaaan daun. Lapisan berlilin
yang disebut kutikula melapisi daun dan bagian lain yang berada di atas tanah
pada sebagian besar tumbuhan, membantu tumbuhan untuk mempertahankan air
(Simon, 2016, p. 316).
Daun tumbuhan memiliki bentuk dan
ukuran yang bervariasi, mulai dari yang berbentuk duri kecil pada kaktus hingga
yang berbentuk lebar pada palm. Sekalipun bentuk dan ukuran daun tampak
bervariasi, pada dasarnya daun terdiri dari tiga bagian, yaitu bagian basal yang
berkembang menjadi pelepah (Vagina),
tangkai daun (Petiolus) dan helaian
daun (Lamina). Daun yang memiliki
ketiga bagian tersebut dinamakan daun lengkap. Pada sebagian besar tumbuhan,
daun hanya terdiri dari satu atau dua bagian saja, yakni helai daun saja,
tangkai dan helai daun, pelepah dan helai daun, atau tangkai daun saja.
Daun-daun yang demikian dinamakan sebagai daun tak lengkap (Latifa, 2015, p. 668).
Pola daun dapat dibedakan menjadi
2 yaitu Pola daun sederhana (daun tunggal) dan pola majemuk. Sebuah daun
tunggal memiliki helai daun tunggal yang tidak terbagi. Tunas aksiler (Bud)
terletak di tempat tangkai daun menyatu dengan batang (Stem). Nodus adalah bagian pada batang
sebagai tempat melekatnya daun. Pola daun majemuk yang Helai daun majemuk
terbagi menjadi beberapa helai anak daun (Leaflet), yang kemudian dibagi
lagi menjadi daun ganda (Aribowo, 2009, p. 3).
Beberapa
tumbuhan memiliki daun yang terorientasi secara horizontal, tumbuhan yang lain
seperti rumput, memiliki daun yang terorientasi secara vertical. Dalam kondisi
sedikit cahaya, daun horizontal menangkap cahaya jauh lebih efektif dari daun vertikal. Akan tetapi dipadang rumput
orientasi horizontal dapat memaparkan daun bagian atas terhadap cahaya yang
intens, sehingga merusak daun dan mengurangi fotosintesis (Reece, 2008, p.
346).
Metode/
Cara Kerja
Waktu dan Tempat
Pratikum
ini dilakukan di Laboratorium Pendidikan Biologi FKIP Unsyiah pada hari Selasa 5
Maret 2019 pukul 15.50-17.30 WIB.
Target/ Subjek/ Populasi/
Sampel
Daun
tebu ( Saccharum officinarum), daun
keladi (Colocasia esculanta schutt),
daun jarak pagar (Jatropha curcas)),
daun meniran (Phyllantus urinaria), daun
cermai (Phyllantus acidus), daun
kembang sepatu (Hibiscus rosa sinensis L).
Prosedur
Pertama menyiapkan alat tulis
untuk menulis hasil pengamatan yang diilakukan, terhadap beberapa jenis daun. Selanjutnya
amati tanaman tersebut dan sebutkan nama ilmiah beserta familinya kemudian
tulis bagian daunnya secara rinci diantaranya bangun daun (Circumscriptio), ujung daun (Apex),
bangun daun (Basis), pertulangan daun
(Nervatio), tepi daun (Margo), daging daun (Intervenium), permukaan daun. Kemudian
gambar hasil dari pengamatan yang telah dilakukan.
Teknik Analisis
Data
Adapun metode yang dilakukan pada
pengamatan ini adalah pengamatan langsung
dan metode diskriptif, yaitu menjelaskan secara rinci bagian-bagian daun
yang di amati.
Pembahasan
Daun merupakan
organ tumbuhan yang melekat pada buku (Nodus) dari batang. Tempat di
atas daun yang merupakan sudut antara batang dan daun disebut ketiak daun (Axilla).
Daun biasanya merupakan struktur pipih berwarna hijau (berklorofil), dan
berasal dari bakal daun (Primordium) (Fatimah, 2014, p. 35).
Bagi tumbuhan, daun
berfungsi sebagai tempat untuk pertukaran gas, asimilasi, transpirasi, dan
respirasi. Jumlah daun pada satu batang sangat banyak. Jika sudah tua, daun itu
akan diganti dengan daun muda yang jumlahnya lebih banyak. Jika pada satu
tangkai keluar satu helai daun dan tanpa persendian, maka disebut daun tunggal. Jika pada satu tangkai
bercabang-cabang dan pada ujung cabang tadi terdapat helaiannya, maka disebut daun majemuk (Banyo, 2016, p. 17).
Daun dapat berupa
daun lengkap atau tidak lengkap. Daun lengkap memiliki: pelepah atau upih (Vagina),
tangkai daun (Ptiolus), dan helaian (Lamina). daun talas (Colocasiaspp.).
Apabila daun tidak memiliki salah satu dari pelepah, tangkai, atau helaian disebut
daun tidak lengkap. Daun tidak lengkap yang hanya mempunyai tangkai dan helain
saja disebut daun bertangkai (Mursidawati, 2012, p. 10).
Daun tunggal adalah
daun yang pada setiap tangkai daun mempunyai satu helaian daun. Jumlah daun
pada setiap batang sangat banyak dan umumnya dapat dikatakan seragam. Jika ada
perbedaan hanya mengenai ukuran dan warnanya saja. Daun muda mempunyai ukuran
lebih kecil dan berwarna berbeda dengan daun yang telah tua (Nafis, 2016, p. 20).
Daun
tebu (Saccharum officinarum)
family poaceae merupakan daun tidak
lengkap karena tidak memiliki pelepah daun (Vagina)
tetapi hanya memiliki tangkai daun (Ptiolus)
dan helaian daun (Lamina) saja.
Bangun daun pita (Ligulatus), ujung
daun runcing (Acutus), pangkal daun
tumpul (Obtutus), tulang daun sejajar
(Rectinervis), tepi daun rata (Integer), daging daun perkamen (Perkamenteus), permukaan daun bulu kasar
(Hispidus) (Ganjar, 2011, p. 182).
Gambar 1: Daun
Tebu
Sumber:
Dokumentasi pribadi
Keladi (Colocasia esculanta schutt) family araceae merupakan daun lengkap
karena memiliki tangkai daun (Ptiolus),
pelepah daun (Vagina) dan helain daun
(Lamina). Bangun daun perisai (Peltatus), ujung daun meruncing (Acuminatus), pangkal daun tumpul (Obtutus), tulang daun menjari (Palminervis), tepi daun rata (Integer), daging daun tipis lunak (Herbaceus), permukaan daun berlilin (Pruinosus).
Gambar 2: Daun
keladi
Sumber:
Dokumentasi pribadi
Daun kembang sepatu (Hibiscus rosasinensis L) family malvaceae merupakan daun tidak lengkap
karena tidak memiliki pelepah (Vagina)
tetapi hanya memiiki tangkai daun (Ptiolus)
dan helaian daun (Lamina). Bangun daun
bulat telur (Ovatus), ujung daun
runcing (Acutus), pangkal daun tumpul
(Obtutus), tulang daun menyirip (Penninervis), tepi daun bergerigi (Serratus), daging daun tipis lunak (Herbaceus), permukaan daun licin (Laevis).
Gambar3: Daun
kembang sepatu
Sumber:
Dokumentasi pribadi
Daun Jarak pagar (Jatropha curcas) family euphorbiaceae merupakan
daun tidak lengkap karena tidak ada pelepah daun (Vagina), tetapi hanya memiliki tangkai daun (Ptiolus) dan helaian daun (Lamina).
Bangun daun bulat (Orbicularis), ujung
daun meruncing (Acuminatus), pangkal
daun membulat (Rotundatus), tulang
daun menjari (Palminervis), tepi daun
berombak (Repandus), daging daun
tipis lunak (Herbaceus), permukaan
daun kasap (Scaber).
Gambar 4: Daun
jarak
Sumber:
Dokumentasi pribadi
Daun meniran ( Phyllantus urinaria) family phyllantaceae merupakan daun tidak
lengkap, tidak ada pelepah daun (Vagina),
ada tangkai daun (Ptiolus) dan
helaian daun (Lamina). Bangun daun jorong
(Ovalis), ujung daun membulat (Rotundus), pangkal daun tumpul (Obtutus), tulang daun menyirip (Penninervis), tepi daun rata (Integer), daging daun tipis lunak (Herbaceus), permukaan daun licin (Laevis).
Gambar 5: daun
meniran
Sumber:
Dokumentasi pribadi
Daun cermai (Phyllantus acidus) family phyllantaceae merupakan daun tidak
lengkap, tidak memiliki pelepah daun (Vagina),
hanya ada tangkai daun (Ptiolus),
helaian daun (Lamela). Bangun daun
bulat telur (Ovatus), ujung daun
meruncing (Acuminatus), pangkal daun
membulat (Rotundatus), tulang daun
menyirip (Penninervis), tepi daun
rata (Integer), daging daun tipis
lunak (Herbaceous), permukaan daun kasap (Scaber).
Gambar 6: Daun
cermai
Sumber: Dokumentasi pribadi
Kesimpulan
dan Saran
Kesimpulan
Daun adalah organ yang sangat penting sebagai
tempat fosintesis, respirasi dan transpirasi. Pola daun ada tunggal (sederhana)
dan majemuk. Daun tunggal jika dalam satu
tangkai terdapat satu helai daun. Daun tunggal terbagi menjadi daun
lengkap dan tak lengkap. Daun lengkap apabila memiliki pelepah daun, helaian
daun, dan tangkai daun. Dalam setiap daun memiliki ciri morfologi yang berbeda
sesuai dengan ciri khasnya masing-masing.
Saran
Dalam
pengambilan gambar agar kedepannya lebih bagus lagi supaya sipembaca jelas
melihat ciri morfologi bagian bagian daun.
Daftar Pustaka
Aribowo, dkk. 2009. Analisis DEteksi Tepi untuk Mengidentifikasi Pola
Daun. Jurnal Teknik Elektro, 1(1):
1-6.
Andaka,
Ganjar, 2011. Hidrolisis Ampas Tebu Menjadi Furfural Dengan
Katalisator Asam Sulfat. Jurnal Teknologi,
4 (2): 180-186.
Banyo, dkk. 2015. Konsentrasi
Klorofil Daun Sebagai Indikator Kekurangan Air Pada Tanaman Julnal Mipa, 3(2): 61-66.
Campbell,
Neil A dan Jane B. Reece. 2008. Biologi
Edisi Kedelapan Jilid 2. Jakarta: Erlangga
Fatimah,
dkk. 2014. Anatomi Organ Tumbuhan Dikotil dan Monokotil. Jurnal Mipa, 3(4) :33-45.
Latifa,
Roimil. 2015. Karakter Morfologi Daun Beberapa Jenis Pohon Penghijauan Hutan Malang.
Jurnal Biologi, 2(1): 667-676.
Puput Nafis. 2016. Kajian botani ritual tarian suku dyak. Jurnal
Pendidikan Hayati, 2(1):
17-23.
Setyo,
Retno. 2015. Identifikasi Tipe Stomata Pada Daun Xerofit, Hidrofit, dan
Mesofit. Jurnal Floera, 2(2): 28-32.
Simon, dkk. 2016. Intisari Biologi. Jakarta: Erlangga
Sofi,
Mursidawati. 2012. Morfologi Daun dan
bunga. Jurnal Buletin Kebun Raya, 15(1): 12-15.
.
.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar