Jumat, 05 April 2019

laporan pratikum morfologi Daun



Daun Tunggal (Folium simplex)
Single Leaves (Folium Simplex)
Raissya Adinda
Raissyaadinda.bio18@fkip.unsyiah.ac.id
Abstrak
Daun adalah salah satu organ pada tumbuhan yang memiliki  fungsi fotosintesis, respirasi, dan transpirasi. Daun dibedakan menjadi 2 yaitu daun tunggal dan daun majemuk. Dikatakan daun tunggal karena dalam 1 tangkai terdiri dari 1 helaian daun.  Sedangkan daun majemuk dalam 1 tangkai terdiri dari beberapa daun. Pratikum yang berjudul “Daun Tunggal” dilaksanakan pada tanggal 5 Maret 2019 bertempat di Laboratorium Pendidikan Biologi FKIP Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. Tujuan dari pratikum ini adalah untuk mengetahui secara jelas bangun daun, ujung daun, pangkal daun, daging daun, tepi daun, permukaan daun dengan cara mengamati  setiap helai daun tumbuhan. Pratikum ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif yaitu dengan metode pengamatan langsung dijelaskan dalam bentuk deskriptif dan data disajikan dalam bentuk gambar. Dari pratikum yang telah dilakukan diperoleh bahwa daun lengkap memiliki pelepah (vagina), helaian daun (liguna), tangkai daun (ptiolus)
Kata Kunci : Daun tunggal, pelepah, tangkai, helaian.

             




Pendahuluan
Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki keunikan lingkungan. Letaknya digaris katulistiwa mengakibatkan Indonesia memiliki keragaman flora, hal ini juga didukung dengan keberagaman habitat yang terdapat di Indonesia. Berdasarkan habitat di Indonesia, tumbuhan di Indonesia dapat dibedakan menjadi beberapa jenis yaitu tumbuhan hidrofit, mesofit, dan xerofit. Secara morfologis daunnya berwarna hijau dan memiliki lapisan atas dan bawah, meskipun ada perbedaan secara anatomis. Struktur anatomi daun memegang peranan penting dalam menjaga kelangsungan hidup tumbuhan (Retno, 2015, p. 28).
Daun adalah organ fotosintetik utama sebagian besar tumbuhan. Pertukaran karbondioksida dan oksigen antara atsmosfer dan bagian dalam daun yang berfotosintesis terjadi melalui stomata, pori-pori mikroskopik yang ditemukan pada permukaaan daun. Lapisan berlilin yang disebut kutikula melapisi daun dan bagian lain yang berada di atas tanah pada sebagian besar tumbuhan, membantu tumbuhan untuk mempertahankan air (Simon, 2016, p. 316).
Daun tumbuhan memiliki bentuk dan ukuran yang bervariasi, mulai dari yang berbentuk duri kecil pada kaktus hingga yang berbentuk lebar pada palm. Sekalipun bentuk dan ukuran daun tampak bervariasi, pada dasarnya daun terdiri dari tiga bagian, yaitu bagian basal yang berkembang menjadi pelepah (Vagina), tangkai daun (Petiolus) dan helaian daun (Lamina). Daun yang memiliki ketiga bagian tersebut dinamakan daun lengkap. Pada sebagian besar tumbuhan, daun hanya terdiri dari satu atau dua bagian saja, yakni helai daun saja, tangkai dan helai daun, pelepah dan helai daun, atau tangkai daun saja. Daun-daun yang demikian dinamakan sebagai daun tak lengkap (Latifa, 2015, p. 668).
Pola daun dapat dibedakan menjadi 2 yaitu Pola daun sederhana (daun tunggal) dan pola majemuk. Sebuah daun tunggal memiliki helai daun tunggal yang tidak terbagi. Tunas aksiler (Bud) terletak di tempat tangkai daun menyatu dengan batang (Stem). Nodus adalah bagian pada batang sebagai tempat melekatnya daun. Pola daun majemuk yang Helai daun majemuk terbagi menjadi beberapa helai anak daun (Leaflet), yang kemudian dibagi lagi menjadi daun ganda (Aribowo, 2009, p. 3).
 Beberapa tumbuhan memiliki daun yang terorientasi secara horizontal, tumbuhan yang lain seperti rumput, memiliki daun yang terorientasi secara vertical. Dalam kondisi sedikit cahaya, daun horizontal menangkap cahaya jauh lebih efektif dari  daun vertikal. Akan tetapi dipadang rumput orientasi horizontal dapat memaparkan daun bagian atas terhadap cahaya yang intens, sehingga merusak daun dan mengurangi fotosintesis (Reece, 2008, p. 346).

Metode/ Cara Kerja
Waktu dan Tempat
Pratikum ini dilakukan di Laboratorium Pendidikan Biologi FKIP Unsyiah pada hari Selasa 5 Maret 2019 pukul 15.50-17.30 WIB.

Target/ Subjek/ Populasi/ Sampel
Daun tebu ( Saccharum officinarum), daun keladi (Colocasia esculanta schutt), daun jarak pagar (Jatropha curcas)), daun meniran (Phyllantus urinaria), daun cermai (Phyllantus acidus), daun kembang sepatu (Hibiscus rosa sinensis L).

Prosedur
Pertama menyiapkan alat tulis untuk menulis hasil pengamatan yang diilakukan, terhadap beberapa jenis daun. Selanjutnya amati tanaman tersebut dan sebutkan nama ilmiah beserta familinya kemudian tulis bagian daunnya secara rinci diantaranya bangun daun (Circumscriptio), ujung daun (Apex), bangun daun (Basis), pertulangan daun (Nervatio), tepi daun (Margo), daging daun (Intervenium), permukaan daun. Kemudian gambar hasil dari pengamatan yang telah dilakukan.
Teknik Analisis Data
Adapun metode yang dilakukan pada pengamatan ini adalah pengamatan langsung  dan metode diskriptif, yaitu menjelaskan secara rinci bagian-bagian daun yang di amati.
Pembahasan
Daun merupakan organ tumbuhan yang melekat pada buku (Nodus) dari batang. Tempat di atas daun yang merupakan sudut antara batang dan daun disebut ketiak daun (Axilla). Daun biasanya merupakan struktur pipih berwarna hijau (berklorofil), dan berasal dari bakal daun (Primordium) (Fatimah, 2014, p. 35).
Bagi tumbuhan, daun berfungsi sebagai tempat untuk pertukaran gas, asimilasi, transpirasi, dan respirasi. Jumlah daun pada satu batang sangat banyak. Jika sudah tua, daun itu akan diganti dengan daun muda yang jumlahnya lebih banyak. Jika pada satu tangkai keluar satu helai daun dan tanpa persendian, maka disebut daun tunggal. Jika pada satu tangkai bercabang-cabang dan pada ujung cabang tadi terdapat helaiannya, maka disebut daun majemuk (Banyo, 2016, p. 17).
Daun dapat berupa daun lengkap atau tidak lengkap. Daun lengkap memiliki: pelepah atau upih (Vagina), tangkai daun (Ptiolus), dan helaian (Lamina). daun talas (Colocasiaspp.). Apabila daun tidak memiliki salah satu dari pelepah, tangkai, atau helaian disebut daun tidak lengkap. Daun tidak lengkap yang hanya mempunyai tangkai dan helain saja disebut daun bertangkai (Mursidawati, 2012, p. 10).
Daun tunggal adalah daun yang pada setiap tangkai daun mempunyai satu helaian daun. Jumlah daun pada setiap batang sangat banyak dan umumnya dapat dikatakan seragam. Jika ada perbedaan hanya mengenai ukuran dan warnanya saja. Daun muda mempunyai ukuran lebih kecil dan berwarna berbeda dengan daun yang telah tua (Nafis, 2016, p. 20).
Daun tebu (Saccharum officinarum) family  poaceae merupakan daun tidak lengkap karena tidak memiliki pelepah daun (Vagina) tetapi hanya memiliki tangkai daun (Ptiolus) dan helaian daun (Lamina) saja. Bangun daun pita (Ligulatus), ujung daun runcing (Acutus), pangkal daun tumpul (Obtutus), tulang daun sejajar (Rectinervis), tepi daun rata (Integer), daging daun perkamen (Perkamenteus), permukaan daun bulu kasar (Hispidus) (Ganjar, 2011, p. 182).
Gambar 1: Daun Tebu
Sumber: Dokumentasi pribadi
            Keladi (Colocasia esculanta schutt) family araceae merupakan daun lengkap karena memiliki tangkai daun (Ptiolus), pelepah daun (Vagina) dan helain daun (Lamina). Bangun daun perisai (Peltatus), ujung daun meruncing (Acuminatus), pangkal daun tumpul (Obtutus), tulang daun menjari (Palminervis), tepi daun rata (Integer), daging daun tipis lunak (Herbaceus), permukaan daun berlilin (Pruinosus).
Gambar 2: Daun keladi
Sumber: Dokumentasi pribadi
            Daun kembang sepatu (Hibiscus rosasinensis L)  family malvaceae merupakan daun tidak lengkap karena tidak memiliki pelepah (Vagina) tetapi hanya memiiki tangkai daun (Ptiolus) dan helaian daun (Lamina). Bangun daun bulat telur (Ovatus), ujung daun runcing (Acutus), pangkal daun tumpul (Obtutus), tulang daun menyirip (Penninervis), tepi daun bergerigi (Serratus), daging daun tipis lunak (Herbaceus), permukaan daun licin (Laevis).
Gambar3: Daun kembang sepatu
Sumber: Dokumentasi pribadi
            Daun Jarak pagar (Jatropha curcas) family euphorbiaceae merupakan daun tidak lengkap karena tidak ada pelepah daun (Vagina), tetapi hanya memiliki tangkai daun (Ptiolus) dan helaian daun (Lamina). Bangun daun bulat (Orbicularis), ujung daun meruncing (Acuminatus), pangkal daun membulat (Rotundatus), tulang daun menjari (Palminervis), tepi daun berombak (Repandus), daging daun tipis lunak (Herbaceus), permukaan daun kasap (Scaber).
Gambar 4: Daun jarak
Sumber: Dokumentasi pribadi
            Daun meniran ( Phyllantus urinaria) family phyllantaceae merupakan daun tidak lengkap, tidak ada pelepah daun (Vagina), ada tangkai daun (Ptiolus) dan helaian daun (Lamina). Bangun daun jorong (Ovalis), ujung daun membulat (Rotundus), pangkal daun tumpul (Obtutus), tulang daun menyirip (Penninervis), tepi daun rata (Integer), daging daun tipis lunak (Herbaceus), permukaan daun licin (Laevis).
Gambar 5: daun meniran
Sumber: Dokumentasi pribadi
            Daun cermai (Phyllantus acidus) family phyllantaceae merupakan daun tidak lengkap, tidak memiliki pelepah daun (Vagina), hanya ada tangkai daun (Ptiolus), helaian daun (Lamela). Bangun daun bulat telur (Ovatus), ujung daun meruncing (Acuminatus), pangkal daun membulat (Rotundatus), tulang daun menyirip (Penninervis), tepi daun rata (Integer), daging daun tipis lunak (Herbaceous), permukaan  daun kasap (Scaber).
Gambar 6: Daun cermai
Sumber: Dokumentasi pribadi


Kesimpulan dan Saran

Kesimpulan
Daun adalah organ yang sangat penting sebagai tempat fosintesis, respirasi dan transpirasi. Pola daun ada tunggal (sederhana) dan majemuk. Daun tunggal jika dalam satu  tangkai terdapat satu helai daun. Daun tunggal terbagi menjadi daun lengkap dan tak lengkap. Daun lengkap apabila memiliki pelepah daun, helaian daun, dan tangkai daun. Dalam setiap daun memiliki ciri morfologi yang berbeda sesuai dengan ciri khasnya masing-masing.

Saran
Dalam pengambilan gambar agar kedepannya lebih bagus lagi supaya sipembaca jelas melihat ciri morfologi bagian bagian daun.

Daftar Pustaka
Aribowo, dkk. 2009. Analisis DEteksi Tepi untuk Mengidentifikasi Pola Daun. Jurnal Teknik Elektro, 1(1): 1-6.
Andaka, Ganjar, 2011. Hidrolisis Ampas Tebu Menjadi Furfural Dengan Katalisator Asam Sulfat. Jurnal Teknologi, 4 (2): 180-186.
Banyo, dkk. 2015. Konsentrasi Klorofil Daun Sebagai Indikator Kekurangan Air Pada Tanaman Julnal Mipa, 3(2): 61-66.
Campbell, Neil A dan Jane B. Reece. 2008. Biologi Edisi Kedelapan Jilid 2. Jakarta: Erlangga
Fatimah, dkk. 2014. Anatomi Organ Tumbuhan Dikotil dan Monokotil. Jurnal Mipa, 3(4) :33-45.
Latifa, Roimil. 2015. Karakter Morfologi Daun Beberapa Jenis Pohon Penghijauan Hutan Malang. Jurnal Biologi, 2(1): 667-676.
Puput Nafis. 2016. Kajian botani ritual tarian suku dyak. Jurnal Pendidikan Hayati, 2(1): 17-23.
Setyo, Retno. 2015. Identifikasi Tipe Stomata Pada Daun Xerofit, Hidrofit, dan Mesofit. Jurnal Floera, 2(2): 28-32.
Simon, dkk. 2016. Intisari Biologi. Jakarta: Erlangga
Sofi, Mursidawati. 2012.  Morfologi Daun dan bunga.  Jurnal Buletin Kebun Raya,  15(1): 12-15.
.








           
           





.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar