Bunga Majemuk
Sit Leaves
Raissya
Adinda
Raissyaadinda.bio18@fkip.unsyiah.ac.id
Abstrak
Bunga
adalah penjelmaan suatu tunas (batang dan daun-daun) yang bentuk, warna, dan
susunannya disesuaikan dengan kepentingan tumbuhan, sehingga padanya dapat
berlangsung penyerbukan dan pembuahan. Bunga majemuk merupakan suatu sistem
percabangan dan berasal dari tipe-tipe sebelumnya. Pratikum yang berjudul “
Bunga Majemuk” dilaksanakan pada tanggal 26 Maret 2019 bertempat di Laboratorium
Pendidikan Biologi FKIP Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. Praktikum ini
bertujuan untuk mengenal susunan bunga majemuk tak berbatas (Inflorescentia racemosa), berbatas (Inflorescentia cymosa), dan susunan
bunga majemuk iflorescentia mixta
(campuran). Pratikum ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif yaitu dengan
metode pengamatan langsung dijelaskan dalam bentuk deskriptif dan data
disajikan dalam bentuk gambar. Dari pratikum yang telah dilakukan diperoleh
bahwa bunga merak, jarong, lamtoro, matahari termasuk bunga majemuk tak
berbatas, sedangkan oleander majemuk
berbatas dan asoka majemuk campuran.
Kata Kunci : Majemuk berbatas, majemuk tak
berbatas, majemuk campuran.
Pendahuluan
Salah satu bagian yang menarik
dari tumbuhan adalah bunga. Bunga merupakan alat perkembangbiakan generatif,
tempat terjadinya peristiwa penyerbukan dan pembuahan yang nantinya akan
menghasilkan buah yang di dalamnya terdapat biji. Biji inilah yang akan tumbuh
menjadi tumbuhan baru. Selain berfungsi sebagai alat perkembangbiakan, bunga
juga memiliki banyak manfaat bagi kehidupan manusia, antara lain sebagai sumber
makanan, minuman, penghias, bahan parfum, bahan obat, untuk keperluan budaya,
dan lain-lain (Anika, 2009, p. 2).
Bunga bukan bagian pokok dari
tumbuhan karena bagian tumbuhan hanya ada 3 macam yaitu, akar, batang dan daun.
Sedangkan jika ditemukan suatu bagian tumbuhan yang lain, berarti bagian
tersebut merupakan penjelmaan dari ketiga macam bagian tersebut. Demikian pula
dengan bunga, bagian tumbuhan salah satu penjelmaan tumbuhan dari salah satu
kombinasi dari ketiga bagian pokok tadi dan memang demikianlah keadaannya.
Disamping itu bunga pada tumbuhan merupakan bagian yang mendukung alat
perkembangbiakan pada tumbuhan biji (Juwita, 2008, p. 3).
Berdasarkan alat kelaminnya bunga
dapat dibedakan menjadi dua yaitu, bunga
sempurna dan bunga tak sempurna. Bunga sempurna adalah jika memiliki alat
kelamin jantan (benang sari) dan alat kelamin betina (putik). Mahkota bunga dan
kelopak bunga tidak harus ada pada bunga lengkap. Sedangkan bunga tak sempurna
hanya memiliki salah satu alat kelamin saja, baik itu kelamin jantan (benang sari) atau hanya
terdapat alat kelamin betina (putik) saja (Linda, 2018, p. 13).
Fase atau tahap pembentukan bunga merupakan suatu tahapan
perkembangan awal dari pembungaan pembuahan yang dimulai dari terbentuknya
tunas generatif atau tunas primordia bunga
hingga bunga mekar. Kuncup bunga yang membesar menandakan sedang
berlangsungnya proses pembentukan dan perkembangan ovari serta alatreproduksi
yaitu putik dan benang sari. Proses mekarnya bunga terjadi secara bertahap
mulai dari pangkal menuju ke pucuk Jumlah bunga mekar dalam setiap mulai
berkisar antara 230–290 bunga (Kurniawati, 2013, p. 151).
Faktor lingkungan musim bunga dan
tidak menunjukkan perbedaan yang jauh antara suhu, kelembapan, dan cahaya namun
kelimpahan dan keanekaragaman polinator yang berkunjung pada musim bunga dan
musim buah berbeda, hal ini dikarenakan pada musim bunga polinator datang di
samping mencari makanan juga membantu penyerbukan, sedangkan pada musim buah
kelimpahan serangga polinator menurun, hal ini disebabkan ketersediaan makanan
lebih sedikit (Budi, 2012, p. 171).
Metode/
Cara Kerja
Waktu dan Tempat
Pratikum
dilakukan di Laboratorium Pendidikan Biologi FKIP Unsyiah pada hari Selasa 26
Maret 2019 pukul 15.50-17.30 WIB.
Target/ Subjek/
Populasi/ Sampel
Bunga
kembang merak (Caesalpinia pulcherima),
asoka (Ixora grandiflora), matahari (Helianthus annus), lamtoro (Leucaena glauca benth), jarong (Starcitharpheta jamaicencis), olander (Nerium oleander)
Prosedur
Pertama menyiapkan alat tulis
untuk menulis hasil pengamatan yang diilakukan, terhadap beberapa bunga majemuk.
Selanjutnya diamati bunga tersebut dan sebutkan nama ilmiah beserta familinya Kemudian
diamati bentuk bunga majemuk dan alat kelamin serta perhiasan bunga Kemudian digambar
hasil dari pengamatan yang telah dilakukan.
Teknik Analisis
Data
Adapun metode yang dilakukan pada
pengamatan ini adalah pengamatan langsung
dan metode diskriptif, yaitu menjelaskan secara rinci bentulk duduk
daun.
Pembahasan
Bunga majemuk merupakan suatu
sistem percabangan dan berasal dari tipe-tipe sebelumnya. Walaupun bukti paleobotani
belum sepenuhnya mendukung, namun ada anggapan bahwa tipe bunga majemuk yang
primitive adalah malai dan dicasium (anak payung menggarpu), jarang yang bunga
tunggal. Terjadinya proses evolusi ini diakibatkan oleh proses reduksi,
supresi, dan ada yang melalui perkembangan (Fatimah, 2014, p. 34).
Pada bunga majemuk, sumbu yang mendukung
bunga-bunga yang telah berkelompok tidak lagi berdaun, dan jika ada daun, daun
tersebut telah mengalami metamorfosis, sehingga tidak berfungsi untuk
fotosisntesis. Bunga majemuk, umumnya dapat dibedakan bagiannya yang bersifat
seperti batang atau cabang dan bagian yang bersifat seperti daun (Safitri,
2018, p. 33).
Bunga majemuk tak berbatas adalah
tangkai utama biasanya panjang dan tidak mempunyai bunga pada ujungnya, dalam
pertumbuhan memanjang, bunga mekar dari bawah ke atas atau dari luar ke dalam,
sehingga bunga paling tua terletak di bawah atau paling jauh dari ujung poros
(Latifa, 2016, p.
676).
Bunga majemuk berbatas adalah pada
ujung tangkai utama selalu terdapat bunga dan akan mekar terlebih dahulu. Bunga
mekar dari ujung tangkai utama ke bawah atau dari dalam keluar,tangkai utama
biasanya lebih pendek daripada anak tangkai,
dan tangkai utama hanya membentuk anak tangkai sedikit. Anak tangkai
terbentuk pada tempat yang sama atau tempat tertentu (Setyo, 2015, p. 30).
Suatu bunga yang memiliki semua
bagian tersebut dikenal sebagai bunga lengkap
(flos complete). Jika
salah satu bagian tersebut tidak dimiliki oleh suatu bunga, dikenal dengan bunga tidak lengkap (flos
incomplete). Bunga sempurna (flos
perfect) adalah bunga yang memiliki putik dan benang sari (Sofi,
2012, p. 15).
Untuk mengamati lebih jelas duduk
daun ada beberapa objek yang telah kami amati yaitu bunga kembang merak (Caesalpinia pulcherima) family caesalpiniaceae
termasuk kedalam bunga majemuk tak terbatas. Memiliki tangkai karangan bunga,
daun pelindung, daun tangkai, ibu tangkai, tangkai bunga dan susunan bunga
majemuknya tandan (Racemus).
Gambar 1: kembang
merak
Sumber:
Dokumentasi pribadi
|
Lamtoro
(Leucaena glauca benth) family
mimosaceae termasuk kedalam bunga majemuk tak berbatas. Memiliki tangkai
karangan bunga, daun tangkai, ibu tangkai, tangkai bunga namun tidak memiliki daun pelindung dan
sususnan bunga majemuknya bongkol (Capitulum).
Gambar
2: Daun pacing
Sumber:
Dokumentasi pribadi
|
Bunga
oleander (Nerium oleander) family
apocynaceae ,bunga majemuk berbatas memiliki tangkai karangan bunga, daun
tangkai, ibu tangkai, tangkai bunga namun tidak memilki daun pelindung dan
susunan bunga majemuknya anak payung menggarpu (Dichasium)
Gambar
3: Bunga oleander
Sumber:
Dokumentasi pribadi
|
Jarong (Starchytarpeta
jamaicencis) family verbenaceaea, bunga ajemuk tak berbatas. Memiliki
tangkai karangan bunga, daun pelindung, daun tangkai, ibu tangkai, namun tidak
memiliki tangkai bunga dan susunan bunga majemuknyan bulir ( Spica).
Gambar 4: Bunga jarong
Sumber: Dokumentasi pribadi
|
Asoka (Ixora
grandiflora) family ribiaceae, bunga majemuk campuran. Memiliki tangkai
karangan bunga, daun pelindung, daun tangkai, ibu tangkai, tangkai bunga, dan
susunan bunga majemuknya malai rata (Corynabus
ramosus) dan anak payung menggarpu (Dichasium).
Gambar 5: Bunga asoka
Sumber: Dokumentasi pribadi
|
Bunga matahari (Heliantus annus) family asteraceae
termasuk kedalam bunga majemuk tak berbatas. Memiliki tangkai karangan bunga,
daun pelindung, daun tangkai, ibu tangkai, namun tidak memiliki tangkai bunga dan sususnan bunga majemuknya cawan
(Anthodium).
Gambar 6: Bunga matahari
Sumber: Dokumentasi pribadi
|
Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan
Dari
praktikum yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa bunga kembang merak (Caesalpinia pulcherima), lamtoro (Leucaena glauca benth), jarong (Starchytarpeta jamaicencis), dan bunga
matahari (Helianthus annus) termasuk
bunga majemuk tak terbatas, sedangkan bunga oleander (Nerium oleander) termasuk bunga majemuk terbatas dan bunga asoka (Ixora grandiflora) adalah bunga majemuk
campuran.
Saran
Berdasarkan praktikum
yang telah dilakukan diharapkan agar semua anggota kelompok mencari bahan-bahan
yang telah ditentukan sebelum praktikum dimulai. Dan melihat kelengkapan
bahan-bahan yang telah di bawa sesuai dengan judul praktikum hari dilakukan
praktikum tersebut.
Daftar Pustaka
Advinda,
linda. 2018. Dasar-Dasar Fisiologi Tumbuhan.Yogyakarta: Depubli
Anika. 2008. Keanekaragaman
Morfologi Bunga dan Varietasny. Jurnal
Sains dan Teknologi, 1(1): 1-11.
Budi, dkk. 2012. Kajian Komposisi Serangga Polinator
Pada Tumbuhan Penutup Tanah Di Poncokusumo Malang. Jurnal
Hayati, 1(7) : 165–172.
Fatimah,
dkk. 2014. Anatomi Organ Tumbuhan Dikotil dan Monokotil. Jurnal Mipa, 3(4) :33-45.
Kurniawati. 2013. Perkembangan Bunga,
Buah Dan Keberhasilan Reproduksi Jenis Saga (Adenanthera Pavonina L). Jurnal
Penelitian Hutan Tanaman, 10 (3): 147 – 154.
Latifa,
Roimil. 2015. Karakter Morfologi Bunga Jurnal
Biologi, 2(1): 667-676.
Ratnasari,
juwita, 2008. Galeri Tanaman Hias Daun. Jakrta: Penerbit swadiya
Safitri, dkk. 2018.
Implementasi Augmented
Reality Sebagai Pembelajaran
Pertumbuhan Tanaman Dikotil Dan
Monokotil Untuk Sekolah Dasar. Jurnal informasi, 9(1): 32-38.
Setyo,
Retno. 2015. Identifikasi Tipe Perhiasan Pada Beberapa jenis Bunga Majemuk Jurnal Floera, 2(2): 28-32.
Sofi, Mursidawati. 2012. Morfologi Daun dan bunga Jurnal Buletin Kebun Raya, 15(1): 12-15.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar