Kamis, 04 April 2019

Laporan pratikum morfologi Bunga



Bunga Majemuk
Sit Leaves
Raissya Adinda
Raissyaadinda.bio18@fkip.unsyiah.ac.id

Abstrak
Bunga adalah penjelmaan suatu tunas (batang dan daun-daun) yang bentuk, warna, dan susunannya disesuaikan dengan kepentingan tumbuhan, sehingga padanya dapat berlangsung penyerbukan dan pembuahan. Bunga majemuk merupakan suatu sistem percabangan dan berasal dari tipe-tipe sebelumnya. Pratikum yang berjudul “ Bunga Majemuk” dilaksanakan pada tanggal 26 Maret 2019 bertempat di Laboratorium Pendidikan Biologi FKIP Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. Praktikum ini bertujuan untuk mengenal susunan bunga majemuk tak berbatas (Inflorescentia racemosa), berbatas (Inflorescentia cymosa), dan susunan bunga majemuk iflorescentia mixta (campuran). Pratikum ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif yaitu dengan metode pengamatan langsung dijelaskan dalam bentuk deskriptif dan data disajikan dalam bentuk gambar. Dari pratikum yang telah dilakukan diperoleh bahwa bunga merak, jarong, lamtoro, matahari termasuk bunga majemuk tak berbatas, sedangkan  oleander majemuk berbatas dan asoka majemuk campuran.
Kata Kunci : Majemuk berbatas, majemuk tak berbatas, majemuk campuran.





Pendahuluan
Salah satu bagian yang menarik dari tumbuhan adalah bunga. Bunga merupakan alat perkembangbiakan generatif, tempat terjadinya peristiwa penyerbukan dan pembuahan yang nantinya akan menghasilkan buah yang di dalamnya terdapat biji. Biji inilah yang akan tumbuh menjadi tumbuhan baru. Selain berfungsi sebagai alat perkembangbiakan, bunga juga memiliki banyak manfaat bagi kehidupan manusia, antara lain sebagai sumber makanan, minuman, penghias, bahan parfum, bahan obat, untuk keperluan budaya, dan lain-lain (Anika, 2009, p. 2).
Bunga bukan bagian pokok dari tumbuhan karena bagian tumbuhan hanya ada 3 macam yaitu, akar, batang dan daun. Sedangkan jika ditemukan suatu bagian tumbuhan yang lain, berarti bagian tersebut merupakan penjelmaan dari ketiga macam bagian tersebut. Demikian pula dengan bunga, bagian tumbuhan salah satu penjelmaan tumbuhan dari salah satu kombinasi dari ketiga bagian pokok tadi dan memang demikianlah keadaannya. Disamping itu bunga pada tumbuhan merupakan bagian yang mendukung alat perkembangbiakan pada tumbuhan biji (Juwita, 2008, p. 3).
Berdasarkan alat kelaminnya bunga dapat  dibedakan menjadi dua yaitu, bunga sempurna dan bunga tak sempurna. Bunga sempurna adalah jika memiliki alat kelamin jantan (benang sari) dan alat kelamin betina (putik). Mahkota bunga dan kelopak bunga tidak harus ada pada bunga lengkap. Sedangkan bunga tak sempurna hanya memiliki salah satu alat kelamin saja, baik itu  kelamin jantan (benang sari) atau hanya terdapat alat kelamin betina (putik) saja (Linda, 2018, p. 13).
Fase atau tahap pembentukan bunga merupakan suatu tahapan perkembangan awal dari pembungaan pembuahan yang dimulai dari terbentuknya tunas generatif atau tunas primordia bunga  hingga bunga mekar. Kuncup bunga yang membesar menandakan sedang berlangsungnya proses pembentukan dan perkembangan ovari serta alatreproduksi yaitu putik dan benang sari. Proses mekarnya bunga terjadi secara bertahap mulai dari pangkal menuju ke pucuk Jumlah bunga mekar dalam setiap mulai berkisar antara 230–290 bunga (Kurniawati, 2013, p. 151).
Faktor lingkungan musim bunga dan tidak menunjukkan perbedaan yang jauh antara suhu, kelembapan, dan cahaya namun kelimpahan dan keanekaragaman polinator yang berkunjung pada musim bunga dan musim buah berbeda, hal ini dikarenakan pada musim bunga polinator datang di samping mencari makanan juga membantu penyerbukan, sedangkan pada musim buah kelimpahan serangga polinator menurun, hal ini disebabkan ketersediaan makanan lebih sedikit (Budi, 2012, p. 171).

Metode/ Cara Kerja
Waktu dan Tempat
Pratikum dilakukan di Laboratorium Pendidikan Biologi FKIP Unsyiah pada hari Selasa 26 Maret 2019 pukul 15.50-17.30 WIB.

Target/ Subjek/ Populasi/ Sampel
Bunga kembang merak (Caesalpinia pulcherima), asoka (Ixora grandiflora), matahari (Helianthus annus), lamtoro (Leucaena glauca benth), jarong (Starcitharpheta jamaicencis), olander (Nerium oleander)

Prosedur
Pertama menyiapkan alat tulis untuk menulis hasil pengamatan yang diilakukan, terhadap beberapa bunga majemuk. Selanjutnya diamati bunga tersebut dan sebutkan nama ilmiah beserta familinya Kemudian diamati bentuk bunga majemuk dan alat kelamin serta perhiasan bunga Kemudian digambar hasil dari pengamatan yang telah dilakukan.
Teknik Analisis Data
Adapun metode yang dilakukan pada pengamatan ini adalah pengamatan langsung  dan metode diskriptif, yaitu menjelaskan secara rinci bentulk duduk daun.
Pembahasan
Bunga majemuk merupakan suatu sistem percabangan dan berasal dari tipe-tipe sebelumnya. Walaupun bukti paleobotani belum sepenuhnya mendukung, namun ada anggapan bahwa tipe bunga majemuk yang primitive adalah malai dan dicasium (anak payung menggarpu), jarang yang bunga tunggal. Terjadinya proses evolusi ini diakibatkan oleh proses reduksi, supresi, dan ada yang melalui perkembangan (Fatimah, 2014, p. 34).
Pada bunga majemuk, sumbu yang mendukung bunga-bunga yang telah berkelompok tidak lagi berdaun, dan jika ada daun, daun tersebut telah mengalami metamorfosis, sehingga tidak berfungsi untuk fotosisntesis. Bunga majemuk, umumnya dapat dibedakan bagiannya yang bersifat seperti batang atau cabang dan bagian yang bersifat seperti daun (Safitri, 2018, p. 33).
Bunga majemuk tak berbatas adalah tangkai utama biasanya panjang dan tidak mempunyai bunga pada ujungnya, dalam pertumbuhan memanjang, bunga mekar dari bawah ke atas atau dari luar ke dalam, sehingga bunga paling tua terletak di bawah atau paling jauh dari ujung poros (Latifa, 2016, p. 676).
Bunga majemuk berbatas adalah pada ujung tangkai utama selalu terdapat bunga dan akan mekar terlebih dahulu. Bunga mekar dari ujung tangkai utama ke bawah atau dari dalam keluar,tangkai utama biasanya lebih pendek daripada anak tangkai,  dan tangkai utama hanya membentuk anak tangkai sedikit. Anak tangkai terbentuk pada tempat yang sama atau tempat tertentu (Setyo, 2015, p. 30).
Suatu bunga yang memiliki semua bagian tersebut dikenal sebagai bunga lengkap (flos complete). Jika salah satu bagian tersebut tidak dimiliki oleh suatu bunga, dikenal dengan bunga tidak lengkap (flos incomplete). Bunga sempurna (flos perfect) adalah bunga yang memiliki putik dan benang sari (Sofi, 2012, p. 15).
Untuk mengamati lebih jelas duduk daun ada beberapa objek yang telah kami amati yaitu bunga kembang merak (Caesalpinia pulcherima) family caesalpiniaceae termasuk kedalam bunga majemuk tak terbatas. Memiliki tangkai karangan bunga, daun pelindung, daun tangkai, ibu tangkai, tangkai bunga dan susunan bunga majemuknya tandan (Racemus).

Gambar 1: kembang merak
Sumber: Dokumentasi pribadi

Lamtoro (Leucaena glauca benth) family mimosaceae termasuk kedalam bunga majemuk tak berbatas. Memiliki tangkai karangan bunga, daun tangkai, ibu tangkai, tangkai bunga  namun tidak memiliki daun pelindung dan sususnan bunga majemuknya bongkol (Capitulum).

Gambar 2: Daun pacing
Sumber: Dokumentasi pribadi
Bunga oleander (Nerium oleander) family apocynaceae ,bunga majemuk berbatas memiliki tangkai karangan bunga, daun tangkai, ibu tangkai, tangkai bunga namun tidak memilki daun pelindung dan susunan bunga majemuknya anak payung menggarpu (Dichasium)

Gambar 3: Bunga oleander
Sumber: Dokumentasi pribadi
           
Jarong (Starchytarpeta jamaicencis) family verbenaceaea, bunga ajemuk tak berbatas. Memiliki tangkai karangan bunga, daun pelindung, daun tangkai, ibu tangkai, namun tidak memiliki tangkai bunga dan susunan bunga majemuknyan bulir ( Spica).

Gambar 4: Bunga jarong
Sumber: Dokumentasi pribadi
           
Asoka (Ixora grandiflora) family ribiaceae, bunga majemuk campuran. Memiliki tangkai karangan bunga, daun pelindung, daun tangkai, ibu tangkai, tangkai bunga, dan susunan bunga majemuknya malai rata (Corynabus ramosus) dan anak payung menggarpu (Dichasium).

Gambar 5: Bunga asoka
Sumber: Dokumentasi pribadi
            Bunga matahari (Heliantus annus) family asteraceae termasuk kedalam bunga majemuk tak berbatas. Memiliki tangkai karangan bunga, daun pelindung, daun tangkai, ibu tangkai, namun tidak memiliki  tangkai bunga dan sususnan bunga majemuknya cawan (Anthodium).

Gambar 6: Bunga matahari
Sumber: Dokumentasi pribadi

Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan
Dari praktikum yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa bunga kembang merak (Caesalpinia pulcherima), lamtoro (Leucaena glauca benth), jarong (Starchytarpeta jamaicencis), dan bunga matahari (Helianthus annus) termasuk bunga majemuk tak terbatas, sedangkan bunga oleander (Nerium oleander) termasuk bunga majemuk terbatas dan bunga asoka (Ixora grandiflora) adalah bunga majemuk campuran.

Saran
Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan diharapkan agar semua anggota kelompok mencari bahan-bahan yang telah ditentukan sebelum praktikum dimulai. Dan melihat kelengkapan bahan-bahan yang telah di bawa sesuai dengan judul praktikum hari dilakukan praktikum tersebut.    

Daftar Pustaka
Advinda, linda. 2018. Dasar-Dasar  Fisiologi Tumbuhan.Yogyakarta: Depubli
Anika. 2008. Keanekaragaman Morfologi Bunga dan Varietasny. Jurnal Sains dan Teknologi, 1(1): 1-11.


Budi, dkk. 2012. Kajian Komposisi Serangga Polinator Pada Tumbuhan Penutup Tanah Di Poncokusumo  Malang. Jurnal  Hayati, 1(7) : 165–172.
Fatimah, dkk. 2014. Anatomi Organ Tumbuhan Dikotil dan Monokotil. Jurnal Mipa, 3(4) :33-45.
Kurniawati. 2013. Perkembangan Bunga, Buah Dan Keberhasilan Reproduksi Jenis Saga (Adenanthera Pavonina L). Jurnal Penelitian Hutan Tanaman, 10 (3): 147 – 154.
Latifa, Roimil. 2015. Karakter Morfologi Bunga Jurnal Biologi, 2(1): 667-676.
Ratnasari, juwita, 2008. Galeri Tanaman Hias Daun. Jakrta: Penerbit swadiya
Safitri, dkk. 2018.   Implementasi Augmented Reality Sebagai  Pembelajaran Pertumbuhan Tanaman  Dikotil Dan Monokotil Untuk  Sekolah Dasar. Jurnal informasi, 9(1): 32-38.
Setyo, Retno. 2015. Identifikasi Tipe Perhiasan Pada Beberapa jenis Bunga Majemuk Jurnal Floera, 2(2): 28-32.
Sofi, Mursidawati. 2012.  Morfologi Daun dan bunga  Jurnal Buletin Kebun Raya,  15(1): 12-15.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar